Zumi Zola Ingatkan Camat Serius Menyelesaikan Masalah Tanah

Bupati Tanjung Jabung Timur (tanjabtim) Zumi Zola mengingatkan para camat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk serius menangani atau menyelesaikan persoalan tanah di wilayahnya.

            Bahkan, kata Zumi Zola, dirinya tidak segan – segan untuk mengambil tindakan tegas bagi camat yang “bermain” soal tanah  atau lahan sehingga dapat berujung merugikan masyatakat.
            “Saya ingatkan, camat harus dapat menertibkan administrasi pertanahan melalui pengalihan hak,” terangnya.
            Menurut Zumi Zola, Camat memiliki peran penting sehingga mampu mendayagunakan tanah secara produktif, serta mampu mengendalikan penggunaan hak kepemilikan tanah dengan orientasi hak – hak masyarakat, sebagai fungsi sosial.
            Seorang camat, disebutkan Zumi Zola lanjutnya, mutlak harus juga mampu mencegah penelantaran tanah. ‘’Camat juga harus konsisten menjadikan rencana tata ruang sebagai acuan pembangunan di wilayahnya,’’kata Zumi Zola dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Administrasi, Supardi, saat mengantar tugas camat Dendang, dari Sumardi kepada Aruji, di Telukbuan, Dendang, Selasa (21/6 – 2011) lalu.
 Selain camat Dendang, kemarin juga dilaksanakan serahterima camat Muarasabak Timur dari Agus Pirngadi kepada Sularto.
Mengenai program Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Dana Kelurahan (ADK), seorang camat harus mampu menjabarkan arah kebijakan program tersebut. Sehingga dana yang dikucurkan benar mampu mendorong peningtakan kesejahteraan masyarakat.
 Camat juga dituntut mampu menjadi motor swadaya dan gotongroyong masyarakat. ‘’Karena memang sebagian besar dan yang dikucurkan pemerintah bersifat stimulant dengan tujuan tumbuh pemberdayaan masyarakat yang optimal,’’lanjut Zola.
Sedangkan soal penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB), prestasi Tanjabtim menjadi daerah terbaik taat PBB bukan satu – satunya tujuan. Prestasi tersebut secara prestise memang membanggakan, namun yang terlebih penting dengan masyarakat yang taat PBB, diharapkan terbentuk karakter masyarakat yang partisipatif dalam pembangunan.(nf)
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s